Lompat ke konten utama

Tingkatkan Kesiapsiagaan Kegawatdaruratan, UP Jamkesjak Gelar Pelatihan First Aid Responder Bersama PK3D Dinkes DKI Jakarta

Berita · 13 Oktober 2026

Kembali ke Berita & Artikel
Tingkatkan Kesiapsiagaan Kegawatdaruratan, UP Jamkesjak Gelar Pelatihan First Aid Responder Bersama PK3D Dinkes DKI Jakarta

UP Jamkesjak bersama PK3D Dinas Kesehatan DKI Jakarta menggelar pelatihan First Aid Responder (FAR) untuk meningkatkan kesiapsiagaan pegawai dalam menghadapi kondisi darurat melalui pemaparan materi dan praktik pertolongan pertama

Jakarta, 13 Oktober 2026 – Penanganan yang tepat pada situasi darurat dapat menjadi langkah penting dalam membantu menyelamatkan nyawa. Untuk meningkatkan kesiapsiagaan tersebut, Unit Pengelola Jaminan Kesehatan Jakarta (UP Jamkesjak) bekerja sama dengan Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (PK3D) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan First Aid Responder (FAR) bagi pegawai UP Jamkesjak, Selasa (13/10).


Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini bertujuan memberikan pemahaman dasar kepada pegawai UP Jamkesjak mengenai penanganan awal pada kondisi kegawatdaruratan. Pelatihan ini juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenali langkah-langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi darurat di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Subbagian Tata Usaha UP Jamkesjak, dr. Seni Ryegina, bersama Kepala Tata Usaha PK3D Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Agus Sutarto, S.Kep., MARS. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapan pegawai UP Jamkesjak dalam merespons kondisi yang membutuhkan pertolongan awal sebelum penanganan lebih lanjut oleh tenaga medis.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan. Melalui sesi ini, peserta memperoleh pengetahuan dasar tentang pentingnya mengenali situasi darurat, memahami tindakan awal yang tepat, serta mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan ketika memberikan pertolongan kepada orang yang membutuhkan bantuan.

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung menggunakan manekin dan berbagai peralatan kegawatdaruratan. Pada sesi praktik ini, peserta berkesempatan mengenal penggunaan alat serta mempraktikkan keterampilan dasar yang telah dipelajari. Metode pembelajaran melalui praktik diharapkan dapat membantu peserta memahami materi secara lebih nyata, tidak hanya melalui penjelasan teori.

Suasana pelatihan menjadi lebih interaktif ketika peserta mengikuti simulasi dan mencoba secara langsung tahapan pertolongan yang diperagakan. Dengan pendampingan dari tim PK3D, peserta dapat memperoleh gambaran mengenai pentingnya ketenangan, ketepatan tindakan, dan pemahaman prosedur saat menghadapi keadaan darurat.

Melalui kegiatan FAR, pegawai UP Jamkesjak diharapkan semakin memahami pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan. Pengetahuan tersebut tidak hanya bermanfaat untuk mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih siap dan aman, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan pertolongan awal.

Pelatihan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kemampuan memberikan pertolongan pertama merupakan pengetahuan penting yang perlu dimiliki setiap orang. Dengan pemahaman yang tepat, seseorang dapat mengambil langkah awal yang aman sambil menunggu bantuan dari petugas kesehatan atau layanan kegawatdaruratan.

UP Jamkesjak berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian dan kesiapan seluruh pegawai dalam menghadapi kondisi darurat. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal untuk membangun lingkungan kerja yang lebih tanggap, peduli, dan mengutamakan keselamatan bersama.