Lompat ke konten utama

Managemen Mutu Layanan UP Jamkesjak Terbukti Berkualitas melalui Audit Surveillance ISO 9001:2015

Berita ยท 02 Oktober 2026

Kembali ke Berita & Artikel
Managemen Mutu Layanan UP Jamkesjak Terbukti Berkualitas melalui Audit Surveillance ISO 9001:2015

UP Jamkesjak berhasil melewati Audit Surveillance ISO 9001:2015 tanpa temuan major, minor, maupun Opportunity for Improvement (OFI). Hasil ini menjadi bagian dari komitmen untuk menjaga dan meningkatkan kualitas layanan jaminan kesehatan yang lebih konsisten, tertib, dan responsif bagi masyarakat Jakarta

Kamis, 1 Oktober 2026 - Unit Pengelola Jaminan Kesehatan Jakarta (UP Jamkesjak) terus berkomitmen menjaga dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan layanan melalui penerapan standar manajemen mutu. Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui pelaksanaan Audit Surveillance ISO 9001:2015 Quality Management System atau QMS.


Kegiatan audit berlangsung dengan melibatkan jajaran UP Jamkesjak, termasuk Kepala UP Jamkesjak dr. Rasyid Muflih Malis, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, serta para auditee dan peserta terkait. Proses audit dilakukan oleh British Standards Institution (BSI) sebagai lembaga yang melakukan penilaian terhadap penerapan sistem manajemen mutu.

Audit Surveillance merupakan bagian dari proses pemantauan penerapan standar mutu ISO 9001:2015 untuk memastikan sistem manajemen yang telah diterapkan tetap berjalan secara konsisten dan terus mengalami peningkatan. Dalam pelaksanaannya, auditor melakukan pemeriksaan secara sampling terhadap pengelola proses bisnis dan sistem managemen Satuan Pelaksana Pembiayaan dan Sub Bagian Tata Usaha.

Melalui proses audit tersebut, penerapan sistem manajemen mutu ditinjau dari berbagai aspek, mulai dari pelaksanaan proses kerja, dokumentasi, hingga konsistensi penerapan prosedur yang telah ditetapkan. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi organisasi untuk melihat kembali proses kerja yang telah berjalan sekaligus mengidentifikasi ruang pengembangan ke depan.

Pada pelaksanaan audit tahun ini, UP Jamkesjak memperoleh hasil yang positif. Berdasarkan hasil audit, tidak ditemukan temuan major, minor, maupun Opportunity for Improvement (OFI) pada ruang lingkup yang diaudit. Hasil tersebut menjadi bagian dari rekomendasi untuk melanjutkan sertifikasi mutu ISO 9001:2015.

Perjalanan penerapan standar mutu di UP Jamkesjak telah dimulai sejak tahun 2022 melalui penerapan ISO 9001:2015. Setelah melalui proses pemeliharaan dan evaluasi, resertifikasi terakhir dilakukan pada tahun 2025. Ke depan, UP Jamkesjak juga akan mempersiapkan penyesuaian terhadap perkembangan standar mutu internasional. Pada tahun 2028, penerapan standar terbaru ISO 9001:2026 direncanakan mulai diintegrasikan sekaligus dengan pelaksanaan proses resertifikasi .

Pada kesempatan penutupan audit, Kepala UP Jamkesjak, dr. Rasyid Muflih Malis, menyampaikan bahwa hasil positif yang diperoleh bukan menjadi alasan bagi organisasi untuk berpuas diri. Sebaliknya, pencapaian tersebut menjadi dorongan sekaligus tantangan untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan layanan.

Penerapan standar manajemen mutu di UP Jamkesjak diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap kualitas pelayanan yang diterima masyarakat. Dengan proses kerja yang terstandar, terdokumentasi, dan dievaluasi secara berkala, masyarakat dapat memperoleh layanan yang lebih konsisten, tertib, transparan, dan responsif dalam mengakses layanan jaminan kesehatan.

Hasil audit juga menjadi bagian dari upaya memastikan setiap proses pelayanan terus diperbaiki sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, penerapan ISO 9001:2015 tidak hanya menjadi pemenuhan standar organisasi, tetapi juga menjadi instrumen untuk menjaga kualitas layanan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang semakin mudah, jelas, dan dapat diandalkan.

UP Jamkesjak akan terus melakukan penguatan sistem manajemen mutu dan peningkatan kualitas proses kerja. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya pelayanan jaminan kesehatan yang semakin baik dan memberikan pengalaman layanan yang lebih optimal bagi masyarakat Jakarta.